Kumpulan Reportase Satu Dekade: Komedi Sepahit Kopi - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Kumpulan Reportase Satu Dekade: Komedi Sepahit Kopi

Kumpulan Reportase Satu Dekade Komedi Sepahit Kopi
Illustration: bandungbergerak.id

Dimabuk Santolo


Kumpulan Reportase Satu Dekade: Komedi Sepahit Kopi adalah buku karya Zaky Yamani, mantan jurnalis Harian Umum Pikiran Rakyat, yang berisi 10 reportase pilihan selama Zaky berkarir sebagai jurnalis. Buku ini memberikan informasi tentang kondisi dan persoalan di Jawa Barat serta perubahan gaya menulis dan perspektif Zaky terhadap isu dan persoalan yang diliputnya.


Tsunami


Reportase ini menggambarkan pengalaman Zaky saat meliput tsunami Aceh. Zaky bercerita tentang kesulitan yang dihadapi jurnalis saat meliput bencana tersebut, mulai dari sulitnya mengirim berita hingga mencari makanan. Zaky memilih untuk lebih banyak bercerita tentang proses meliput bencana dan kesulitan yang dialami jurnalis, daripada fokus pada kondisi masyarakat di tempat pengungsian atau kisah human interest lainnya.


Waktu Membangun Perspektif


Buku ini terdiri dari sepuluh reportase pilihan yang masing-masing memiliki gaya menulis dan perspektif yang berbeda. Terlihat adanya perkembangan dalam gaya menulis Zaky dari reportase pertama hingga terakhir. Zaky sadar bahwa proses pengumpulan reportase ini adalah refleksi perjalanan kariernya selama satu dekade.


Para Pemburu Air


Reportase ini mengangkat persoalan air di Kota Bandung. Zaky menjabarkan banyak data dalam reportase ini dan berhasil meraih penghargaan jurnalisme tingkat Asia-Pasifik. Meskipun sudah belasan tahun berlalu, persoalan air masih relevan hingga saat ini.


Warga Difabel di Kota yang Tak Ramah


Reportase ini mengisahkan tentang penyandang difabel yang masih menghadapi banyak persoalan hingga kini. Beberapa kasus yang dijabarkan Zaky dalam reportase ini perlahan membaik, namun masih banyak yang perlu diperjuangkan.

Buku Kumpulan Reportase ini cocok menjadi bahan bacaan, referensi, maupun tempat "mencuri" pengalaman. Sayangnya, buku ini tidak dilengkapi dengan foto jurnalistik yang dapat menggambarkan situasi. Namun, buku ini memberikan informasi, kejadian, dan peristiwa yang dirajut dengan feature yang sederhana dan memberi penegasan, bagaimana waktu mengubah perspektif dan gaya menulis seseorang.




Tidak ada komentar