Terowongan Juliana: Keunikan dan Sejarahnya yang Menarik - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Terowongan Juliana: Keunikan dan Sejarahnya yang Menarik

Terowongan Juliana Keunikan dan Sejarahnya yang Menarik
Illustration: travel.kompas.com

Terowongan Juliana di Siksa Kubur


Film Siksa Kubur karya sutradara Joko Anwar tengah tayang di bioskop di Indonesia. Salah satu lokasi syuting film tersebut adalah Terowongan Juliana.


Lokasi Terowongan Juliana


Terowongan Juliana terletak di Kampung Cimandala, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.


Sejarah Terowongan Juliana


Terowongan ini memperoleh namanya dari Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau, Ratu Kerajaan Belanda yang memerintah dari tahun 1948 hingga tahun 1980. Masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai Terowongan Bengkok karena bentuknya yang melengkung.


Keunikan Terowongan Juliana


Terowongan Juliana memiliki keunikan yaitu tidak berbentuk lurus seperti terowongan pada umumnya. Dibangun dengan melubangi bukit batu, terowongan ini memiliki belokan di sisi tengah sehingga membentuk tikungan. Konstruksi ini membuat seseorang tidak mungkin melihat ujung terowongan dari satu sisi ke sisi lainnya.


Spesifikasi Terowongan Juliana


Terowongan Juliana memiliki panjang sekitar 127 meter. Jalannya terowongan berupa tanah perkerasan dengan batu koral, tapi sudah bercampur dengan tanah lumpur. Rel kereta api yang dulunya ada saat ini telah tidak tersisa.


Desain Interior Terowongan Juliana


Di dalam terowongan terdapat ceruk di dinding sisi kanan atau kiri, tergantung dari arah mana kedatangan. Ceruk ini terbuat dari batu kali dan kapur yang diplester dan dicat putih, dengan ukuran lebar mulut 200 cm, tinggi 194 cm, dan kedalaman 119 cm. Ruang ceruk berbentuk persegi empat dengan langit-langit berbentuk lengkung setengah lingkaran tanpa hiasan.




Tidak ada komentar