![]() |
| Illustration: kompas.com |
Proses Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menambah daftar korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat. Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan mengandalkan jalur udara karena kondisi medan dan cuaca yang sulit.
Metode Evakuasi Vertikal di Lokasi Ekstrem
Jenazah korban ditemukan di area air terjun Gunung Bulusaraung dengan posisi terhalang batang kayu dan semak-semak. Proses evakuasi jenazah dilakukan secara vertikal dengan bantuan Tim Rescue PT Vale. Medan di lokasi sangat terjal dan menyulitkan pergerakan tim, ditambah dengan cuaca dingin dan kabut tebal yang menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian dan evakuasi di puncak Gunung Bulusaraung.
Evakuasi Korban dengan Jalur Udara
Proses evakuasi lima korban lain dilakukan dengan memanfaatkan jendela cuaca pagi. Evakuasi difokuskan melalui jalur udara karena cuaca di wilayah pegunungan cepat berubah. Helikopter dikerahkan untuk melakukan evakuasi bertahap, dimana tim SAR gabungan membawa lima paket jenazah menuju puncak gunung. Evakuasi dilakukan tanpa menunggu seluruh korban tiba di puncak, sehingga helikopter bisa menjemput satu atau dua jenazah segera setibanya di puncak.
Total Korban Dievakuasi dan Kesimpulan
Hingga saat ini, tujuh jenazah korban berhasil dievakuasi melalui jalur udara dan diserahkan ke tim DVI di RS Bhayangkara Makassar. Kepala Basarnas RI mengungkap bahwa seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi medan yang sangat terjal. Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport membawa 10 orang, dan proses evakuasi terus berlangsung untuk mencari dan menyelamatkan korban lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Satu-jenazah-yang-berhasil-dievakuasi-diduga-Pramugari.jpg)