![]() |
| Illustration: kompas.com |
Pesawat Tidak Berada di Jalur Pendekatan yang Seharusnya
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport diduga jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa pesawat tidak berada pada jalur semestinya, sehingga Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) memberikan arahan ulang kepada awak ATR untuk melakukan koreksi posisi. Setelah arahan terakhir dari ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.
Aktivitas Pencarian Pesawat yang Hilang Kontak
Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan yang berlaku. AirNav Indonesia Cabang MATSC langsung berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat dan Kepolisian Resor Maros untuk mendukung pencarian dan pertolongan. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar membuka crisis center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi. Pencarian dilakukan menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas, sementara jumlah orang di dalam pesawat dilaporkan sebanyak 10 orang.
Pesawat Diduga Jatuh di Gunung Bulusaraung
Pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport diduga jatuh di Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sebelum diduga jatuh, pesawat yang terbang dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dilaporkan hilang kontak. Sekretaris BPBD Pangkep, Muhammad Arsyad, menyatakan bahwa pesawat sudah ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung.
