Tindak Teror, Guru Besar UGM Diintimidasi dengan Panggilan Telepon Anonim
![]() |
| Illustration: nasional.kompas.com |
Teror Telepon dari Orang Tak Dikenal
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat teror telepon dari seseorang yang tidak dikenal. Melalui akun Instagram pribadinya, Uceng, demikian ia biasa disapa, membagikan pengalaman tersebut. Sebuah nomor telepon +62 838 17941429 menghubunginya dan mengaku sebagai Polresta Jogjakarta, meminta Uceng segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ancaman penangkapan disampaikan apabila tidak memenuhi permintaan tersebut.
Ancaman Tanpa Dasar yang Mencemaskan
Nada berat dan otoritatif dalam telepon tersebut membuat Uceng merasa terintimidasi. Ini bukanlah kali pertama ia menerima teror semacam itu, bahkan sudah dua kali dengan nada yang sama. Meski begitu, Uceng mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan ancaman yang diterimanya. Ia bahkan hanya tertawa dan mematikan ponsel sebelum kembali melakukan aktivitasnya. Uceng merasa bahwa ancaman semacam itu umumnya merupakan upaya penipuan yang tidak jelas.
Berbagai Ancaman yang Tidak Bertanggung Jawab
Uceng menyayangkan kenyataan bahwa orang-orang yang melakukan penipuan semacam ini seringkali lolos dari hukuman. Data pribadi seringkali diperjualbelikan dan tindakan penipuan lainnya tetap berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa upaya para penipu untuk mengancam orang lain dengan mengatasnamakan polisi tidak akan berhasil. Sejumlah aktivis dan influencer lainnya juga mengalami serangkaian teror yang serupa, menunjukkan bahwa tindakan intimidasi semacam ini semakin meresahkan masyarakat.
Aktivis dan Influencer Rentan Teror
Berbagai aktivis dan influencer, termasuk Iqbal Damanik dan para influencer seperti DJ Donny, Sherly Annavita, dan Virdian, telah menerima pesan ancaman yang sama, yakni "Mulutmu Harimaumu". DJ Donny bahkan mengalami teror langsung ke rumahnya dengan kiriman bangkai ayam pada hari Senin dan bahkan rumahnya dilempari bom molotov. Upaya hukum pun sudah dilakukan oleh Donny dengan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Metro Jaya. Ancaman dan intimidasi semacam ini menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap para aktivis dan influencer yang berani menyuarakan pendapat mereka.

/data/photo/2024/08/22/66c701c27420f.jpeg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar