![]() |
| Illustration: kompas.com |
Lonjakan Titik Panas di Provinsi Riau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengidentifikasi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau pada awal Februari 2026. Data terbaru mencatat sebanyak 160 titik panas tersebar di berbagai wilayah, dengan Kabupaten Pelalawan memiliki jumlah terbanyak. Kondisi ini menjadi peringatan dini mengingat pola cuaca kering yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Sebaran Titik Panas di Provinsi Riau
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, menjelaskan bahwa Kabupaten Pelalawan menjadi pusat sebaran titik panas terbanyak, diikuti oleh beberapa kabupaten lainnya. Meskipun hujan turun secara sporadis, risiko kebakaran masih tinggi karena sifatnya tidak merata. Hal ini memicu peningkatan kewaspadaan di tengah pemulihan pasca banjir.
Titik Panas di Pulau Sumatera
Data pemantauan BMKG menunjukkan 178 titik panas di seluruh Pulau Sumatera, dengan Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak. Wilayah Sumatera secara keseluruhan menghadapi potensi karhutla yang meningkat, terutama di daerah gambut dan dengan aktivitas manusia tinggi. Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan ekstra untuk mencegah kebakaran yang merugikan.
