![]() |
| Illustration: kompas.com |
Kerja Sama Manusia dan Burung di Alam Liar
Di wilayah utara Mozambique, terdapat kerja sama unik antara manusia dan alam. Para pemburu madu tidak hanya mengandalkan pengalaman atau insting saat mencari sarang lebah liar, tetapi juga menjalin komunikasi langsung dengan burung kecil bernama greater honeyguide. Burung ini memandu manusia menuju sarang lebah madu liar dengan cara yang menakjubkan. Proses ini saling menguntungkan kedua pihak, di mana manusia menggunakan api untuk mengambil madu dan burung honeyguide menikmati sisa-sisa sarang tanpa harus menghadapi risiko disengat. Kerja sama ini telah berlangsung selama ratusan hingga ribuan tahun, membuktikan betapa eratnya hubungan antara manusia dan alam.
Dialek Lokal dalam Bahasa Pemburu Madu
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemburu madu di berbagai desa di wilayah Niassa Special Reserve, Mozambique, menggunakan variasi panggilan yang berbeda saat berkomunikasi dengan burung honeyguide. Meskipun kondisi habitatnya serupa, setiap desa memiliki dialek panggilan yang unik. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya peran budaya dalam kehidupan manusia, di mana komunitas lokal belajar berinteraksi dengan burung berdasarkan dialek lokal yang ada. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi lintas spesies bukanlah mitos belaka, melainkan sebuah kenyataan di alam liar.
Budaya Manusia dan Peran Burung
Interaksi antara pemburu madu dan burung pemandu lebah ini juga menunjukkan bahwa budaya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pemburu madu belajar berkomunikasi dengan honeyguide tidak hanya dari pengalaman, tetapi juga dari budaya lokal yang ada. Bahkan, peneliti menduga bahwa burung honeyguide turut memperkuat dialek lokal manusia dengan preferensi sinyal yang mereka kenali. Hal ini menjelaskan mengapa dialek-dialek tersebut relatif stabil dari waktu ke waktu dan bagaimana komunikasi lintas spesies dapat berkembang secara bersama-sama.
/data/photo/2026/02/05/69849307b90b7.jpg)