![]() |
| Illustration: liputan6.com |
Awal Mula Gejala Keracunan Makanan di Bandar Lampung
Kisah keracunan makanan di Kota Bandar Lampung pada 11 Februari 2026 menimbulkan kekhawatiran di kalangan murid, guru, dan wali murid. Seorang wali murid, NS, mengisahkan bahwa gejala awal keracunan makanan terjadi setelah anaknya membawa pulang menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari sekolah. Menu tersebut terdiri dari nasi, telur ceplok disiram saus, anggur, dan sayur. Gejala diare, mual, dan muntah mulai dirasakan pada malam harinya dan berlanjut hingga pagi hari.
Dugaan Keracunan Massal dan Tindakan Penanganan
NS melanjutkan ceritanya dengan mengungkapkan bahwa setelah beberapa orang mengalami gejala serupa, pihak sekolah mulai melakukan pendataan terhadap para korban keracunan. Beberapa korban di antaranya harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara selama beberapa hari. Namun, tidak semua korban memiliki akses yang sama untuk mendapatkan perawatan medis.
Tanggapan dan Harapan dari Wali Murid
NS juga menyoroti adanya permintaan kepada orang tua korban untuk tidak menyebarkan informasi mengenai kejadian keracunan tersebut di media sosial. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan transparansi dan tanggung jawab pihak terkait. Dia berharap agar ada posko dan bantuan yang diberikan kepada korban keracunan, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486906/original/085329000_1769641130-Menu_MBG_berjamur.jpg)