Daftar Hat-trick Piala Dunia 2026: Siapa Saja yang Menyusul Messi dan Jonathan David?

Daftar Hattrick Piala Dunia 2026 Siapa Saja yang Menyusul Messi dan Jonathan David
Illustration: sport.detik.com

Lionel Messi dan Jonathan David Membuka Lembaran Sejarah Baru


Piala Dunia 2026 telah memasuki babak yang sangat menegangkan dengan hadirnya dua sosok pencetak hat-trick yang mencuri perhatian dunia sepak bola. Lionel Messi, kapten tim nasional Argentina, menjadi pemain pertama yang berhasil membukukan tiga gol dalam satu pertandingan saat timnya menghadapi Aljazair pada laga perdana Grup J. Kemenangan telak 3-0 tersebut tidak hanya mengantarkan Argentina meraih tiga poin penuh, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi sang legenda yang kini menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Dua hari berselang, Jonathan David, penyerang muda berkebangsaan Kanada, menyusul jejak Messi dengan aksi gemilang saat timnya mengalahkan Qatar dengan skor mengejutkan 6-0 di Grup B. Pencapaian ini tentu menjadi momen yang sangat berarti bagi Kanada yang sedang menunjukkan perkembangan pesat dalam kancah sepak bola internasional. Kehadiran dua pencetak hat-trick dalam waktu yang hampir bersamaan menghadirkan pertanyaan menarik tentang apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu edisi paling produktif dalam sejarah penciptaan tiga gol oleh seorang pemain dalam satu laga.



Rekor Hat-trick yang Menunggu untuk Dipecahkan



Fenomena hat-trick dalam Piala Dunia memang selalu menjadi topik pembahasan yang menarik karena membutuhkan kombinasi sempurna antara keterampilan individu, keberuntungan, dan momen yang tepat. Jika dilihat dari data historis, sejak Piala Dunia Meksiko 1986, tidak ada satu pun edisi turnamen yang menghasilkan lebih dari dua pencetak hat-trick. Fakta ini membuat pencapaian Messi dan Jonathan David menjadi semakin spesial karena membuka peluang bagi Piala Dunia 2026 untuk menjadi edisi pertama dalam empat dekade yang memiliki lebih dari dua pemain dengan torehan tiga gol dalam satu pertandingan. Menarik untuk dicatat bahwa Piala Dunia 2006 bahkan menjadi edisi unik karena tidak ada satupun pemain yang berhasil mencetak hat-trick sepanjang turnamen berlangsung. Rekor hat-trick terbanyak dalam satu edisi masih dipegang oleh Piala Dunia 1954 di Swiss yang menghasilkan delapan hat-trick, sebuah angka yang mungkin akan sulit untuk dilampaui mengingat perkembangan taktik sepak bola modern yang semakin defensif dan terorganisir. Namun dengan format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan lebih banyak tim dan pertandingan, peluang untuk melihat hat-trick tambahan tentu semakin terbuka lebar.



Para Legenda Pencetak Hat-trick Ganda di Piala Dunia


Menelusuri sejarah Piala Dunia, terdapat empat nama yang tercatat sebagai pemain yang berhasil mencetak lebih dari satu hat-trick sepanjang karir mereka di turnamen tersebut. Sándor Kocsis dari Hungaria menjadi salah satu yang paling produktif dengan dua hat-trick pada Piala Dunia 1954, turnamen yang sama yang memegang rekor hat-trick terbanyak dalam satu edisi. Just Fontaine, striker legendaris Prancis, juga mencatatkan namanya dalam daftar eksklusif ini berkat aksinya yang gemilang pada Piala Dunia 1958. Gerd Müller, bomber Jerman yang terkenal dengan insting mencetak golnya, tidak mau ketinggalan dengan pencapaian serupa yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu striker terbaik sepanjang masa. Namun di antara keempat nama tersebut, Gabriel Batistuta dari Argentina memegang rekor yang mungkin akan sulit ditandingi karena menjadi satu-satunya pemain yang mencetak hat-trick pada dua edisi Piala Dunia berbeda, yakni 1994 dan 1998. Keunikan pencapaian Batistuta terletak pada konsistensinya dalam tampil di level tertinggi meskipun terpisah oleh jarak waktu empat tahun antara dua turnamen tersebut, membuktikan bahwa kualitas seorang pencetak gol sejati tidak akan pernah pudar oleh waktu.



Perjalanan Panjang Hat-trick dari 1930 hingga Era Modern



Sejak edisi pertama Piala Dunia pada tahun 1930 di Uruguay, sudah lebih dari 50 hat-trick yang tercipta dan masing-masing memiliki cerita unik tersendiri. Bert Patenaude dari Amerika Serikat menjadi pencetak hat-trick pertama dalam sejarah turnamen ini, sebuah pencapaian yang mungkin tidak banyak diketahui oleh penggemar sepak bola modern. Guillermo Stabile dari Argentina dan Pedro Cea dari Uruguay menyusul pada turnamen yang sama, menandai bahwa kompetisi antar negara ini memang telah menjadi panggung bagi para pencetak gol sejak awal penyelenggaraannya. Era 1950-an hingga 1960-an bisa dikatakan sebagai masa keemasan hat-trick dengan banyaknya pemain yang berhasil membukukan tiga gol dalam satu pertandingan. Piala Dunia 1954 secara khusus menjadi turnamen yang luar biasa dengan delapan hat-trick, termasuk dua di antaranya dicetak oleh Sándor Kocsis. Era modern sepak bola dengan taktik yang semakin canggih dan persiapan fisik yang lebih matang tampaknya membuat hat-trick menjadi semakin langka, terbukti dengan tidak adanya pencapaian tersebut pada Piala Dunia 2006. Namun para pencetak gol kelas dunia seperti Cristiano Ronaldo dan Harry Kane pada 2018, serta Gonçalo Ramos dan Kylian Mbappe pada 2022 membuktikan bahwa hat-trick tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari keindahan sepak bola modern yang akan terus diperjuangkan oleh setiap striker berkelas di setiap turnamen.