Siapa Akan Mencetak Sejarah di Piala Dunia 2026? 7 Rekor yang Siap Dipecahkan

Siapa Akan Mencetak Sejarah di Piala Dunia 2026 7 Rekor yang Siap Dipecahkan
Illustration: goal.com

Messi dan Perburuan Rekor Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa


Pertarungan di atas lapangan hijau tak hanya sebatas perebutan trofi bergengsi, melainkan juga tentang meninggalkan jejak abadi dalam lembaran sejarah sepak bola dunia. Lionel Messi, sang maestro asal Argentina, kini berdiri di ambang kebesaran yang luar biasa setelah hat-trick spektakulernya menghancurkan pertahanan Aljazair dalam laga pembuka Piala Dunia 2026. Dengan mencetak tiga gol dalam satu pertandingan, Messi telah menyamai torehan legenda Jerman Miroslav Klose yang selama ini mengunci rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol. Perjalanan Messi mencapai angka magis tersebut membutuhkan 27 pertandingan, tiga laga lebih banyak dibandingkan Klose, namun angka statistik tersebut tak lantas mengurangi keagungan pencapaian bintang peraih Ballon d'Or delapan kali ini. Setiap gol yang ia cetkan membawa nostalgia akan kreativitas dan ketajaman yang telah menjadi ciri khas permainannya selama lebih dari dua dekade di kancah sepak bola internasional. Kini, seluruh mata tertuju padanya, menantikan momen ketika ia akan memimpin sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia, sebuah rekor yang akan mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Di balik pencapaian ini, tersembunyi perjuangan panjang yang telah ia lalui sejak debutnya di ajang Piala Dunia, menghadapi berbagai tekanan, kritik, dan ekspektasi yang selalu membayangi setiap langkahnya. Namun, seperti seorang prajurit sejati, Messi terus maju, membuktikan bahwa usia hanyalah angka ketika passion dan dedikasi masih menyala dalam diri seorang atlet sejati.



Harry Kane dan Warisan Gol Tim Nasional Inggris



Harry Kane, kapten tim nasional Inggris yang telah mencetak 81 gol dalam 115 penampilan internasional, kini berdiri di depan pintu sejarah yang siap dibuka lebar-lebar. Dua gol yang ia sarangkan ke gawang Kroasia dalam kemenangan 4-2 telah mengangkat koleksi golnya di putaran final Piala Dunia menjadi 10 gol, menyamai rekor legendaris Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris dalam sejarah turnamen tertua di dunia tersebut. Pencapaian ini bukan sekadar angka statistik belaka, melainkan bukti nyata konsistensi dan ketajaman yang telah ia tunjukkan sepanjang kariernya bersama Tiga Singa. Pertandingan melawan Kroasia juga menandai momen bersejarah lainnya bagi Kane, menjadikannya pemain Inggris kedua dalam sejarah yang berhasil mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia berbeda, mengikuti jejak David Beckham yang melakukannya pada tahun 1998, 2002, dan 2006. Saat ini, seluruh penggemar sepak bola Inggris menantikan momen ketika Kane akhirnya melampaui torehan Lineker, sebuah pencapaian yang kemungkinan besar akan terwujud dalam pertandingan berikutnya melawan Ghana. Di balik angka-angka tersebut, terdapat cerita tentang perjuangan seorang striker yang terus berusaha membawa timnya meraih kejayaan di kancah internasional, sebuah misi yang hingga kini masih belum tercapai namun tetap menjadi motivasi utama dalam setiap langkahnya. Kane sendiri telah menjadi simbol determinasi dan kepemimpinan bagi generasi pemain Inggris, menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan melainkan melalui proses panjang yang penuh dengan pengorbanan.



Mbappe dan Persaingan Mematikan untuk Sepatu Emas


Kylian Mbappé, bintang muda Prancis yang telah mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus dengan 58 gol, kini menghadapi tantangan baru yang tak kalah menarik di Piala Dunia 2026. Pemain yang berhasil meraih Sepatu Emas pada edisi 2022 dengan mencetak 8 gol ini berambisi untuk menjadi orang pertama dalam sejarah yang memenangkan penghargaan tersebut lebih dari sekali, sebuah rekor yang akan menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling dominan di era modern. Namun, jalan menuju pencapaian tersebut tidak akan mudah, mengingat persaingan yang ketat dari berbagai pemain top dunia. Harry Kane, yang juga pernah merasakan manisnya Sepatu Emas pada edisi 2018 dengan 6 gol, menjadi salah satu pesaing terberat yang siap merebut gelar tersebut. Saat ini, Lionel Messi, pemain Jerman Deniz Undav, dan pemain Kanada Jonathan David memimpin persaingan dengan masing-masing tiga gol, sementara Kane, Haaland, dan Mbappé tertinggal satu gol di belakang mereka. Ketatnya persaingan ini mencerminkan level kompetisi yang semakin tinggi di ajang Piala Dunia, di mana setiap gol memiliki nilai yang sangat berharga dan bisa menjadi penentu nasib sebuah tim. Mbappé, dengan kecepatan dan ketajamannya yang luar biasa, tentu akan menjadi ancaman serius bagi setiap pertahanan yang ia hadapi, dan kemampuannya untuk tampil di momen-momen krusial menjadikannya kandidat utama dalam perburuan Sepatu Emas ini.



Cristiano Ronaldo dan Rekor Tampil di Enam Edisi Piala Dunia



Cristiano Ronaldo, legenda hidup sepak bola Portugal yang telah mencetak 143 gol dalam 229 pertandingan internasional, kini berdiri di ambang pencapaian yang akan mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah. Meskipun penampilannya dalam pertandingan pembuka yang berakhir imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo tidak sepenuhnya memuaskan, rekor baru selalu menanti di setiap langkah karier pemain berusia 41 tahun ini. Pada tahun 2022, Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah yang berhasil mencetak gol di lima edisi berbeda Piala Dunia, yaitu pada tahun 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022, sebuah pencapaian yang kemudian disamai oleh Lionel Messi. Namun, jika Ronaldo berhasil mencetak gol di edisi 2026, ia akan mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi berbeda Piala Dunia, sebuah rekor yang kemungkinan besar tidak akan terpecahkan dalam waktu dekat. Di balik angka-angka spektakuler tersebut, terdapat cerita tentang dedikasi luar biasa seorang atlet yang terus berjuang melawan waktu, mempertahankan fisik dan kemampuannya di level tertinggi meskipun usia telah beranjak. Ronaldo telah menjadi inspirasi bagi jutaan pemain muda di seluruh dunia, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan determinasi yang kuat, batasan-batasan yang selama ini dianggap tidak mungkin dapat ditembus. Pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa hasrat untuk berkontribusi bagi timnas Portugal masih menyala dalam dirinya, meskipun berbagai gelar dan penghargaan telah ia raih sepanjang kariernya.



Haaland dan Era Baru Sepak Bola Norwegia di Kancah Dunia


Erling Haaland, striker fenomenal asal Norwegia yang telah meneror pertahanan-pertahanan elite Eropa, akhirnya memulai debutnya di ajang Piala Dunia dengan cara yang paling dramatis. Dalam pertandingan pertama Norwegia yang berakhir dengan kemenangan 4-1 atas Irak, Haaland hanya membutuhkan 20 sentuhan bola untuk mencetak dua gol, sebuah efisiensi yang mencerminkan kualitas kelas dunia yang ia miliki. Pencapaian ini menjadikannya pemain pertama dalam sejarah yang mencetak dua gol untuk tim nasional Norwegia di ajang Piala Dunia, sebuah momen bersejarah yang akan dikenang selamanya oleh para penggemar sepak bola Norwegia. Lebih dari itu, ia hanya membutuhkan satu pertandingan untuk menyamai rekor pencetak gol terbanyak Norwegia di turnamen ini, sejajar dengan Kjetil Rikdal yang namanya terpatri dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Haaland berpotensi memecahkan rekor tersebut saat menghadapi Senegal pada pertandingan kedua babak penyisihan grup, sebuah momen yang dinantikan oleh seluruh negara Norwegia. Kehadiran Haaland di ajang Piala Dunia membawa harapan baru bagi sepak bola Norwegia, sebuah negara yang selama ini tidak terlalu diperhitungkan di kancah internasional. Dengan kemampuan fisik yang luar biasa, kecepatan yang menakutkan, dan insting mencetak gol yang tajam, Haaland memiliki semua atribut untuk menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di turnamen ini. Keberhasilannya di Piala Dunia 2026 tidak hanya akan membanggakan negaranya, tetapi juga akan membuka mata dunia akan potensi besar yang dimiliki oleh pemain-pemain Norwegia di masa depan.



Didier Deschamps dan Rekor Kemenangan Pelatih Terbanyak


Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis yang telah membawa Les Bleus meraih berbagai kejayaan, kini berdiri di depan rekor yang akan mempertegas posisinya sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Saat ini, ia hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor pelatih dengan kemenangan terbanyak di ajang Piala Dunia, sebuah torehan yang saat ini dipegang oleh legenda Jerman Helmut Schön dengan 16 kemenangan. Jika Prancis berhasil mengalahkan Irak dalam pertandingan berikutnya, Deschamps akan menyamai angka tersebut, dan kemenangan pada pertandingan terakhir fase grup melawan Norwegia akan membuatnya memecahkan rekor tersebut dengan 17 kemenangan. Pencapaian ini akan menjadi penutup yang sempurna bagi karere kepelatihannya di tim nasional Prancis, sebuah perjalanan yang penuh dengan suka duka namun akhirnya menghasilkan berbagai kejayaan. Deschamps telah membuktikan dirinya sebagai pelatih yang mampu mengelola tim dengan penuh kebijaksanaan, mengoptimalkan potensi setiap pemain, dan membuat keputusan-keputusan taktis yang sering kali menjadi penentu kemenangan. Di balik setiap kemenangan yang ia raih, terdapat kerja keras dan dedikasi yang tidak pernah surut, sebuah komitmen untuk membawa sepak bola Prancis ke level tertinggi. Rekor yang akan ia pecahkan bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata kontribusi besarnya bagi sepak bola dunia selama bertahun-tahun, dan warisan yang akan dikenang oleh generasi-generasi mendatang.



Kartu Merah dan Intensitas Pertandingan di Piala Dunia 2026


Ajang Piala Dunia 2026 telah menyajikan berbagai drama yang tak terduga, termasuk peningkatan signifikan dalam jumlah kartu merah yang dikeluarkan oleh para wasit sepanjang turnamen. Berbanding terbalik dengan Piala Dunia 2022 yang hanya mencatat satu kartu merah langsung, edisi 2026 telah menyaksikan para wasit mengeluarkan 8 kartu merah hingga saat ini, sebuah angka yang melampaui total kartu merah pada dua edisi sebelumnya secara gabungan di awal turnamen. Tiga di antaranya terjadi dalam pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, menandakan intensitas tinggi yang akan menjadi warna sepanjang turnamen ini. Selain itu, para pemain seperti Tarek Maharmovic dari Bosnia dan Herzegovina, duo Qatar Asim Omar Madibo dan Hamam Al-Amin, Nathan Ngwiye dari Belgia, serta Miguel Almirón dari Paraguay juga harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat pelanggaran serius. Jumlah kartu merah yang tinggi ini mencerminkan semangat bertanding yang luar biasa dari setiap tim, di mana setiap pemain bersedia melakukan apa pun untuk membawa negaranya meraih kemenangan. Namun, di balik semangat tersebut, terdapat risiko yang harus dihadapi, karena pemain yang menerima kartu merah tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga timnya yang harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Rekor jumlah kartu merah terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia adalah 28 kartu yang tercatat pada edisi 2006, dan meskipun jalan menuju rekor tersebut masih panjang, tren awal ini menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 bisa menjadi salah satu turnamen paling emosional dan penuh intrik dalam sejarah.


source : goal.com