![]() |
| Illustration: nbcsportsphiladelphia.com |
Siapa Sebenarnya Cullen Ini?
Nah, gini. Kalo lo udah follow hockey draft tahun-tahun belakangan, pasti tahu kalau USNTDP itu kayak pabriknya talenta-talenta NHL bintang lima. Tapi tahun ini beda cerita. Tim under-18 mereka nggak se-flashy tahun-tahun sebelumnya, dan itu justru bikin satu nama muncul ke permukaan dengan cara yang agak aneh. Cullen. Nama yang mungkin terdengar familiar karena papanya Matt Cullen—ya, itu Matt Cullen yang main 1,516 game di NHL dan cucok tiga Stanley Cup, dua di antaranya pas dia di Pittsburgh bareng Rick Tocchet yang sekarang jadi coach Flyers. Koneksi? Ada. Tapi ini bukan soal nepotisme atau apapun. Cullen the younger punya cerita sendiri yang layak dikunyah pelan-pelan.
Dia nggak cuma numpang nama. Dalam 40 game musim ini, dia ngepoin 45 poin—16 goal, 29 assist. Di atas satu point per game. Itu dengan tim yang menurut Steven Ellis dari Daily Faceoff, "nggak se-loaded tahun-tahun sebelumnya." Jadi bayangkan aja, kalo timnya lebih kuat, angkanya bisa gimana?
Kok Bisa Tiba-tiba Naik Daun?
Ini bagian yang menarik. Dalam dua tahun terakhir, Cullen tumbuh delapan inci dan nambah berat badan 56 pound. Lo baca bener. Bukan salah ketik. Scott Wheeler dari The Athletic nyatat pertumbuhan itu, dan itu menjelaskan kenapa statusnya di board draft tiba-tiba melonjak dari "siapa ya?" jadi "dia harus dilihat serius." Orang-orang nyebut dia salah satu top risers di draft tahun ini. Masuk akal kan? Bayangan lo punya anak yang tiba-tiba jadi tinggi besar, skill-nya udah ada dari sananya, terus fisiknya ngejar umur. Kaya minuman energi yang dikasih vitamin growth hormone.
Tapi ini masalahnya. Karena dia naik ranking, kemungkinan besar dia nggak bakal nyampe ke pick 21. Dan Flyers? Ya, Flyers sedang di posisi yang agak ribet. Untuk pertama kalinya setelah lama, mereka baru aja playoff. Artinya posisi draft mereka lebih rendah dari biasanya. Danny Briere, GM mereka, bilang pendekatannya tetep sama—"nggak cuma go for it satu dua tahun, tapi bangun tim yang bakal bertahan lama." Keren dengerannya. Tapi eksekusinya? Itu cerita lain.
Craig Button dari TSN punya opini yang lumayan kontrovesial soal draft. Menurut dia, orang yang bilang "draft tahun ini jelek" itu omong kosong. Angkanya? Sekitar 45 pemain dari setiap draft bakal main 350 game atau lebih di NHL. Mungkin 47 satu tahun, 42 tahun lainnya. Tapi angkanya konsisten di sekitaran situ. "Tim yang dapat pemain bagus bilang draftnya bagus. Tim yang nggak dapat, bilang draftnya jelek." Nah, lo lihat sendiri kan polanya. Jadi pas ada orang mulai ngomong soal "draft kualitasnya turun tahun ini," Button bilang simpel: bullshit.
Apa yang Bikin Flyers Tertarik?
Flyers butuh winger. Cullen tinggi 6-foot-1, 183 pound, nembak kiri. Ukuran yang pas buat modern NHL—nggak terlalu gedenya sampai kaku, tapi cukup buat nggak mudah dihajar. Ellis nyebut dia punya "shiftiness and skill," tipe playmaker yang dinamis. Favoritnya Jack Hughes, dan beberapa scout udah bandingin gaya mainnya ke situ. Ada two-way game yang lumayan—dia bukan tipe yang cuma mau nyetak goal terus lari balik ke bench. Kerjanya keras, dan untuk seorang winger, itu nilai plus.
Di turnamen IIHF U-18 bulan lalu, Cullen ngepoin sembilan poin dalam lima game untuk Team USA. Ellis bilang dia "legitimate MVP candidate" di situ. Setiap game explosive, skill luar biasa, skating bagus. Itu event showcase, dan dia perform di momen yang penting. Itu faktor yang nggak bisa diabaikan—kalo lo punya pemain yang naik kalo taruhannya tinggi, itu tanda mental yang bagus.
Ada satu hal yang mesti dilihat lebih lanjut. Ellis bilang, "yang paling penting buat dia adalah figuring out cara pakai frame yang lebih gede." Kalo dia bisa belajar cara meng-overpower opponents di boards atau lewat tengah, dia bakal jadi proyek yang seru banget. Tapi kalo nggak? Ya, dia bisa jadi sekedar role player dengan skill bagus tapi nggak pernah totally realized.
Realitasnya: Akan Gagal Dapatkan?
Ini yang bikin sedikit galau. Cullen rankingnya bervariasi tergantung siapa yang lo tanya. EliteProspects.com taruh dia di nomor 6. Button? Nomor 21. NHL Central Scouting? Nomor 13 untuk North American skaters. Variansnya gede. Dan dalam dunia draft, itu artinya ada tim yang bakal milih dia jauh lebih awal dari yang lain prediksi. Flyers nggak punya ruang buat maneuvering kecuali mereka trade up. Dan setelah deal dengan Maple Leafs, mereka cuma punya empat pick di draft ini. Jadi kalo mau naik, harganya mahal.
Koneksi keluarga Cullen dengan Tocchet itu menarik, tapi jangan dipikir terlalu jauh. Draft bukan tentang sentiment. Draft tentang value dan projection. Dan kalo Flyers memang lihat value di Cullen, mereka harus gerak cepat. Ellis bilang, "give him a year or two and he's going to make a lot of teams that passed on him look bad." Itu kata-kata yang berat. Dan kenyataannya, Flyers udah pernah nabrak di pick 20-an sebelumnya—Tyson Foerster di nomor 23 tahun 2020, dan dia jadi foundation piece. Jadi bukan berarti posisi lebih rendah berarti nggak bisa dapat impact player.
Masalahnya, Cullen mungkin udah nggak ada di papan kalo giliran Flyers datang. Dan kalo lo lihat sejarah draft terakhir, Flyers emang suka ambil proyek yang agak under the radar tapi punya upside tinggi. Martone tahun lalu di pick enam. Kali ini? Mereka harus pilih dari sisa. Atau, dan ini yang lebih realistic, mereka pilih player yang punya floor lebih tinggi dengan ceiling yang masih reasonable. Karena playoff window udah terbuka sedikit, nggak ada waktu buat proyek lima tahun lagi.
Tapi entahlah. Draft itu aneh. Lo nggak pernah bener-bener tahu sampai lima tahun kemudian siapa yang bener-bener menang. Kalo Flyers ambil Cullen dan dia jadi winger top-six dalam tiga tahun, semua orang bakal bilang "brilliant pick." Kalo nggak? Ya, akan ada kolom lain yang nulis kenapa mereka harus ambil Lawrence, atau Palmieri-type player, atau center 6-foot-7 yang sedang hype sekarang. Dan siklus itu terus berulang.
