Bermula Dari Pesan "Selamat Pagi" Yang Tidak Bersalah
Gini, gue mau cerita sesuatu yang bikin bulu kuduk berdiri. Phil Mickelson, nama yang dulu bikin semua orang golf dunia hormat, sekarang jadi sosok yang kayaknya nggak ada lagi tempat buat berlindung. Ceritanya bukan soal eagle atau birdie yang dia cetek di lapangan hijau. Ini soal sisi gelap yang bertahun-tahun ditutupi sama topeng "family man" yang dia bangun dengan sangat rapi. Ashley Perez, istri dari Pat Perez—yang jadi teman Mickelson sejak kecil di San Diego—baru aja buka suara soal apa yang terjadi di balik layar. Dan percaya deh, ini bukan sekadar gossip lapangan golf biasa.
Nah, tahun 2014, pas Ashley baru menikah dengan Pat, dia cuma gadis biasa dari Oklahoma yang nggak nyangka Phil Mickelson mau jadi "teman" dia. Pesan good morning masuk tiap hari. Ashley pikir ini cuma perhatian dari senior suaminya. Tapi sekarang kalau dia lihat balik? "Gue kayak lagi di-grooming," kata dia. Istilah yang cukup berat, tapi tunggu dulu sampai lo denger bagian selanjutnya.
Malam Itu Di Villa Dengan Pemandangan Patung Liberty
Masalahnya begini. Turnamen The Barclays 2015 berlangsung di Plainfield Country Club, New Jersey. Mickelson nginep di villa mewah Liberty National Golf Course, tempat dia jadi member. Suatu malam, pas Pat dan Ashley lagi makan sushi, Phil nelpon—bukan ke Pat, tapi ke Ashley—ngasih tau kalo dia udah siapin villa buat mereka pindah ke sana. Mereka pindah. Malam itu, Pat dan Ashley minum anggur merah bareng Phil di patio villa, nikmati view Patung Liberty dan lampu-lampu Manhattan yang berkelip.
Pat pergi ke toilet sebentar. Di situlah Mickelson ngeluarin HP dia dan tunjukin foto full-body—telanjang bulat dengan ereksi sambil melentotkan otot lengan. Ashley bilang, Phil ngomong gini: "Gue bakal biarin pintu kamar gue kebuka malam ini. Pas Pat tidur, lo dateng ke kamar gue." Ashley menolak tanpa bilang apa-apa ke Pat. Turnamen masih berlangsung. Dia nggak mau bikin rusuh.
Baru abis turnamen Ashley cerita ke Pat. Pat nggak konfrontasi langsung. Tapi cerita ini menyebar ke orang-orang, dan dari mulut ke mulut, "konten" Mickelson jadi semacam urban legend di Tour. Phil akhirnya minta maaf ke Pat saat acara corporate di Madison Club, La Quinta, California.
Tahun 2022, Pat ngomong di podcast Claude Harmon: "Gue punya kebencian berbeda ke Phil dibanding kebanyakan orang. Phil nyebrang batas yang nggak bisa dimaafkan." Mickelson nelpon Pat buat minta maaf lagi. Ashley nyimpen rekaman telepon itu. Selama 26 menit, Phil bolak-balik antara minta maaf dan bilang nggak inget detail. Pas Pat sebut soal "foto telanjang," Phil jawab, "Maksud lo topless?" Pat jelas kesal. "Kalau lo nggak inget hal-hal kayak gini, itu masalah besar. Artinya lo punya terlalu banyak sampah di kepala lo." Mickelson akhirnya bilang ke dua-duanya, "Gue nggak bisa kasih tau sebelah mana gue jijik dan malu sama diri gue sendiri."
Budaya Senyap Yang Melindungi Para "Dewa Golf"
Ashley filed for divorce tahun 2023. Dulu dia supporter LIV Golf waktu Pat join, tapi sekarang dia lebih fokus ke bisnis dan yayasan amal. Kenapa dia buka suara sekarang? "Ada
budaya senyap yang ngeblok cewek-cewek buat ngomong," kata Ashley. "Gue mau kasih keberanian buat cewek lain. Phil tipe egotis narsis—gue kenal banget tipe kayak gini, dulu gue married sama satu. Phil bakal terus ngelakuin sampai dia ketahuan."
Bayangkan saja. Tahun 2026, Golf Digest lapor kalau Mickelson disuruh keluar dari The Farms Golf Club di Rancho Santa Fe karena dugaan "kontak fisik tanpa persetujuan dan nggak pantas" sama karyawan cewek. Pengacara Phil bilang "ada kesalahpahaman." Tapi ini bukan kejadian pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, Mickelson juga pergi mendadak dari dua klub golf lain: Madison Club dan The Bridges.
Lantas, gimana bisa seorang yang dulu digdaya sekarang kayak gini? Dulu, Mickelson itu gambaran sempurna dari "family man." Tahun 1999 U.S. Open, dia bilang bakal cabut dari lapangan kalau istrinya Amy melahirkan. Caddie-nya bawa pager sepanjang minggu. Tahun 2010 Masters, saat Tiger Woods kena skandal seks, Mickelson menang buat Amy dan ibunya yang lagi kanker payudara. Pelukan Phil dan Amy di balik green ke-18 Augusta National bikin dunia golf nangis bareng.
Tapi sekitar 2015, sesuatu berubah. Phil mulai minum anggur merah lebih banyak di perjalanan. Amy makin jarang ikut tour. Mickelson mulai gelisah. Satu sumber yang dekat dengan Phil bilang, "Dia mulai berubah. Dedikasi ke Amy juga mulai luntur."
Malam Makan Yang Berubah Jadi Mimpi Buruk
Seorang cewek yang pernah makan malam bareng Phil waktu turnamen cerita pengalaman yang bikin dia berkeringat dingin. "Phil tiba-tiba nanya hal-hal nggak pantas soal kehidupan pribadi gue, terus nawarin hal-hal yang sangat eksplisit. Dia ngomong terus soal fantasinya ke gue. Makin banyak anggur yang masuk, makin keras dia ngomong. Ada keluarga di meja sebelah, gue nggak tau apa yang mereka dengar. Gue berkeringat deras. Rasanya kayak verbal rape." Dua orang lain di meja itu konfirmasi perilaku Mickelson.
Ashley Perez juga punya pengalaman serupa. Di satu makan malam bersama Pat, Phil, dan agen Phil Steve Loy, "Percakapan jadi gelap dan seksual karena Phil terus ngarahin ke sana. Dia pakai dua jari buat demonstrasi 'teknik' dia ke gue. Padahal kita di restoran bagus dengan banyak orang di meja." Dalam rekaman telepon, Mickelson minta maaf kalau perilakunya di makan malam itu menyinggung. Pat bilang dia nggak masalah, tapi Steve Loy—agen Phil—masalah.
Nah, di Madison Club, Phil punya kondominium satu kamar di lantai dua clubhouse. Tiap Desember dan Januari dia menginap lama buat persiapan musim PGA Tour. Tapi menurut beberapa member dan karyawan, Phil mulai sering bawa cewek bukan istri dia ke kondonya. Amy nggak pernah ada di properti. Tahun 2021, Phil pergi mendadak dari klub setelah satu dekade jadi member. Menurut manajemen klub, "Bukan dia ditendang keluar. Lebih ke permintaan Amy. Firma wealth management mereka nelpon: Jual tempat Phil, sekarang juga. Phil nggak bakal jadi member lagi."
Phil kemudian pindah ke The Bridges, dekat rumah keluarga di Rancho Santa Fe. Di sana dia punya "teknik" baru. Menurut satu member, "Phil kasih HP dia ke anak muda di pro shop, bayar $500 buat ngiderin lapangan 3-4 jam. Amy lacak HP dia, jadi dia pikir Phil lagi main golf. Itu kasih waktu Phil buat ke rumah orang lain dan lakukan pertemuan rahasia." Semua orang di klub tau. Amy akhirnya juga tau.
Mickelson jadi "hantu" di klub. Keanggotaan kehormatannya dipindahin ke Xander Schauffele. "Amy ngerasa beberapa orang di sini pengaruh buruk buat Phil," kata member lama The Bridges. Phil dan Amy konon jalani konseling pernikahan intensif. Tapi satu mantan teman golf Phil bilang, "Phil itu hyena liar. Amy coba masukin dia ke kurungan, tapi itu nggak bakal berhasil. Kejadiannya memang tinggal waktu."
Dopamine Yang Menghancurkan Segalanya
Ada garis merah yang nyambung dalam perilaku Mickelson. "Phil lakuin semuanya buat dopamine," kata mantan golf buddy-nya. "Itu kelemahan dia. Cara main golf, judi, cewek di perjalanan, LIV—semua berbasis kebutuhan dalam buat dapet 'action' sepanjang waktu."
Lompat ke LIV Golf adalah judi terbesar karir Mickelson. Dia jadi founding father tour itu. Tapi musim ini dia absen tanpa jejak yang jelas. Alasannya "masalah kesehatan keluarga." Tapi situasi di The Farms terjadi pertengahan Maret dan langsung jadi pembicaraan di dunia golf yang suka gosip. Mickelson skip Masters dan PGA Championship. Di acara makan malam juara PGA Championship, Mark Brooks ditanya apakah Phil dirindukan. Jawabannya singkat: "Ngga ada yang ngebahas Phil."
Kalau Mickelson masuk ke ruangan itu, suhu bakal turun 10 derajat. Penerimaan dingin.
The Farms, The Bridges, Madison Club, kumpul-kumpul para legenda golf—sekarang ada banyak tempat yang nggak lagi nerima Mickelson. Persahabatan hancur berantakan. Caddie-nya 25 tahun, Bones Mackay, nggak ngomong sama dia lagi karena satu insiden yang Mackay tolak bahas publik. Billy Walters, dulu sosok ayah buat Phil, sekarang benci karena Mickelson menolak bersaksi membantunya di kasus insider trading 2016. Walters tetap member populer di Madison Club dan Rancho Santa Fe Golf Club. Dunia golf memilih Walters.
Profesionalnya, Mickelson hampir jadi pria tanpa negara. LIV mungkin hilang tahun depan. PGA Tour udah jelas: program "returning member" yang kasih jalan balik buat Brooks Koepka cuma ke major champion dari 2022 ke atas—penolakan halus buat Mickelson yang menang PGA Championship 2021. Kemenangan epik itu, saat dia jadi pria tertua yang menang major, seharusnya jadi victory lap terbesar. Dia seharusnya jadi elder statesman yang dicintai, kapten Ryder Cup, duduk di menara CBS bareng Jim Nantz, jadi honorary starter di Masters. Semua itu sekarang di luar jangkauan.
"Ini cerita sedih," kata mantan golf buddy Mickelson. "Dia seharusnya jadi Arnold Palmer. Phil punya karisma yang sama, star power yang sama. Orang-orang cinta dia di mana pun dia pergi. Gue rasa dia mulai percaya omongannya sendiri. Dia pikir dia kebal, karena seumur hidupnya selalu lolos dari semuanya. Tapi pada akhirnya, dia punya terlalu banyak setan. Dia dikonsumsi kegelapan sendiri."
Sebenarnya, cerita Mickelson ini bukan sekadar tentang satu pria yang jatuh. Ini soal sistem yang membiarkan orang-orang seperti dia merasa "di atas hukum" selama bertahun-tahun.
Budaya senyap yang Ashley sebut—itulah yang bikin perilaku kayak gini terus berlanjut. Mickelson mungkin yang paling terlihat sekarang karena namanya besar, tapi pasti ada cerita-cerita lain yang belum ke permukaan. Dan sampai kapan budaya ini berubah? Nggak ada yang tau.