Sebuah video viral menampilkan Jembatan Pamuruyan yang diklaim amblas pada Januari 2026 di wilayah Cibadak dan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Narasi yang menyertainya membuat publik terkejut dan khawatir akan keamanan jembatan tersebut. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, diketahui bahwa klaim tersebut tidak akurat.
Penjelasan Sebenarnya Tentang Jembatan Pamuruyan
Peristiwa jembatan amblas yang sebenarnya terjadi pada 13 Desember 2022, bukan Januari 2026 seperti yang diklaim dalam video viral. Jembatan Cipamuruyan mengalami kerusakan sepanjang 11 meter akibat curah hujan tinggi. Pasangan batu dan trotoar sisi kiri-barat jembatan mengalami amblas. Meskipun demikian, jembatan dalam kondisi baik dan dapat dilalui dengan aman, seperti yang dijelaskan oleh Camat Cibadak Mulyadi dan Pengawas Lapangan PPK 2.1 Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Agus Warso.
Klarifikasi dari Pihak Berwenang
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi melalui akun Instagram resminya telah memastikan bahwa kabar amblasnya Jembatan Pamuruyan adalah tidak benar. Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat Wilan Oktavian. Konten mengenai ambruknya jembatan tersebut merupakan berita lama yang disebarkan ulang di media sosial, bukan peristiwa baru seperti yang diklaim dalam video viral.
Artis cantik, Luna Maya, baru-baru ini curhat di media sosialnya. Ia mengungkapkan bahwa ia sedang melakukan proses syuting di Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, tetapi terjebak kemacetan selama 3 jam. Proses syuting Luna Maya ini tertangkap kamera oleh warga dan menjadi perbincangan di media sosial.
Sementara itu, Luna Maya juga membagikan ceritanya melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah cerita bahwa ia sedang berada di Situ Gunung dan sempat terjebak macet. "Kelar shooting 13:20 di Sukabumi. Sekarang 18:00 and not moving, so total 3 jam di tempat yang sama! Yup pinter banget pilih lokasi dan kapannya," kata Luna Maya.
Syuting Film Horor Sumala
Luna Maya sedang melakukan syuting untuk film horor berjudul Sumala. Film ini diangkat dari kisah nyata entitas gaib di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Luna Maya akan menjadi salah satu pemeran utama dalam film ini. Sumala diproduksi oleh Rocky Soraya dengan Rizal Mantovani sebagai sutradaranya.
Luna Maya adalah seorang aktris, model, penyanyi, dan pebisnis Indonesia. Ia lahir pada tanggal 26 Agustus 1983. Luna Maya memulai karirnya sebagai model catwalk dan model iklan sebelum akhirnya merambah dunia akting. Ia telah membintangi beberapa film dan juga pernah menjadi juri dalam acara pencarian bakat.
Foto Ilustrasi sumber: mounture.com Macan Tutul Jawa Terjerat Jebakan Babi Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) jantan dilaporkan...
Foto Ilustrasi sumber: mounture.com
Macan Tutul Jawa Terjerat Jebakan Babi
Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) jantan dilaporkan terjerat jebakan babi di Kampung Cijeungjing, Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2023). Pertama kali satwa liar yang terjebak perangkap babi itu terlihat seorang warga yang akan pergi ke kebun. Informasi macan terjerat akhirnya menjadi perbincangan masyarakat dan dilaporkan kepada aparat pemerintahan. "Macan yang terjerat ini terlihat kali pertama sama seorang ibu yang akan memungut buah di kebun milik warga," ungkap Kepala Desa Sekarsari Awan Kurniawan saat dihubungi Kompas.com, Rabu sore.
Khawatir dengan Keberadaan Macan Terjerat
Warga setempat merasa khawatir dengan keberadaan macan tutul yang terjebak jeratan babi. Jebakan babi tersebut sengaja dibuat oleh warga karena seringkali babi merusak tanaman di kebun-kebun milik warga. Sejak pagi, masyarakat sudah merasa cemas dengan kemungkinan macan tutul lepas dari jebakan tersebut. Namun, petugas dari Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) yang akan menyelamatkan macan tersebut akhirnya datang
Penyelamatan Macan Tutul yang Terjebak
Pada pukul 14:00 WIB, tim penyelamat satwa dari PPSC tiba di lokasi kejadian. Mereka segera melakukan upaya penyelamatan dengan menghentikan macan tutul menggunakan suntikan bius, dan kemudian melepaskannya dari jebakan babi. Setelah itu, macan tersebut menerima penanganan medis untuk mengobati lukanya. Macan tutul yang diketahui sebagai jantan langsung dievakuasi ke PPSC di Nyalindung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Perlindungan dan Konservasi Satwa Liar
Insiden ini menunjukkan pentingnya perlindungan dan konservasi satwa liar di Indonesia. Macan tutul jawa merupakan spesies yang terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang. Dengan adanya kerjasama antara masyarakat, aparat pemerintahan, dan lembaga penyelamat satwa, kita dapat menjaga keberlanjutan ekosistem dan kehidupan satwa liar. Peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam merupakan langkah awal untuk menjaga keberagaman hayati Indonesia.
Foto Ilustrasi sumber: travel.tribunnews.com Seekor Macan Tutul Terjebak di Sukabumi Seekor macan tutul terkena jebakan babi di Sukabumi . ...
Foto Ilustrasi sumber: travel.tribunnews.com
Seekor Macan Tutul Terjebak di Sukabumi
Seekor macan tutul terkena jebakan babi di Sukabumi. Hewan langka itu tak sengaja terkena jebakan, namun kondisinya selamat dan berhasil dievakuasi. Hewan dengan nama latin Panthera pardus melas itu tidak sengaja terjerat jebakan babi pada Rabu (27/12/2023) pagi di Kampung Cikalaces, Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi. Kapolsek Kalibunder Iptu Taufik Hadian pun membenarkan kabar tersebut. "Ada warga menjebak babi, saat dicek ternyata macan tutul, sudah komunikasi dengan pemadam kebakaran, tapi enggak sanggup karena ukurannya besar," kata Iptu Taufik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Penanganan dan Evakuasi Macan Tutul
Pihak kepolisian pun berkoordinasi dengan BKSDA Sukabumi untuk menangani macan tutul tersebut. Polisi juga sudah meminta warga untuk tidak mendekat ke lokasi. "Sudah menghubungi BKSD. Kita juga mengamankan lokasi agar warga tidak mendekat dan tidak terganggu si macan tutul ini karena pancangnya takut lepas," ujarnya.
Pada akhirnya, macan tutul yang terperangkap jerat Babi di Kabupaten Sukabumi itu berhasil dievakuasi oleh Polsek Kalibunder, tim gabungan BKSDA dan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC). "Alhamfulillah, macan tutul jantan dengan panjang 1 meter dan berat 25 kilogram berhasil di evakuasi dalam keadaan hidup, dan rencana kita bawa langsung ke pusat penyelamatan satwa Cikananga Nyalindung," kata Abi Budiharto, aktivis satwa liar Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga.
Perawatan dan Pelepasliaran Macan Tutul
Menurut Abi, macan tutul tersebut rencananya akan dikarantina di PPSC setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. "Setelah dicek kesehatan di karantina, dinilai nanti seandainya ada habitat bagus, secepatnya kita lepas kembali. Dengan ijin Kementerian Kehutanan dan BKSDA karena hewan liar itu punya negara, jadi kita ketitipan oleh negara untuk merawat," ujarnya. Dari pemeriksaan, macan tutul tersebut diketahui berjenis kelamin jantan dengan panjang 1 meter dan memiliki berat 25 kilogram. Saat dievakuasi, macan tutul mengalami luka pada bagian kakinya. Tim medis PPSC pun terpaksa membius hewan bernama latin Panthera pardus melas tersebut. Setelah dibius, hewan langka itu dimasukkan ke dalam kandang untuk segera dibawa ke PPSC. "Menurut informasi, terjerat kakinya yang pasti langsung ditangani dibius dokter hewan kita rapikan, ditidurkan, dibius, kemudian dimasukkan ke kandang, karena terlalu banyak orang," jelas Abi.
Habitat Macan Tutul dan Babi sebagai Pakan Alaminya
Sementara itu, staf BBKSDA Sukabumi, Isep Mukti Miharja mengungkapkan lokasi dimana macan tutul itu terkena jebakan babi merupakan daerah jelajah hewan buas tersebut. Wilayah jelajah macan tutul itu memang bisa mencapai puluhan hektare. Sementara babi adalah pakan alami hewan tersebut. "Jelajah hewan itu bisa berpuluh hektare, home range-nya saja, luas habitat seekor macan tutul. Di situ ada babi, babi itu pakan alaminya. Jadi secara tidak langsung sudah menjadi satu ekosistem, ada babi ada macan itu memungkinkan," ungkapnya.