Genotipe: Pengertian dan Contoh Genotipe - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Genotipe: Pengertian dan Contoh Genotipe

Genotipe: Pengertian dan Contoh Genotipe
Foto Ilustrasi sumber: asriportal.com

Fenotipe dan Genotipe: Pengantar ke Warisan Sifat


Melalui pewarisan sifat, kita mengetahui bagaimana sifat-sifat tertentu dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam pewarisan sifat, kita tak asing dengan istilah fenotipe dan genotipe. Kedua istilah tersebut digunakan untuk menyatakan keadaan genetik sebuah sistem notasi untuk menyatakan sifat-sifat genetik. Secara umum, fenotipe biasanya digunakan untuk mengistilahkan sifat-sifat suatu jasad yang dapat diamati secara langsung. Sedangkan genotipe merupakan istilah untuk komposisi genetik yang relatif tidak akan berubah oleh faktor lingkungan. Adapun genotipe juga dianggap sebagai sifat tetap selama kehidupan jasad tersebut. Untuk memahami lebih lanjut mengenai genotipe, berikut pengertian dan contoh genotipe.


Genetika, Biologi, Pewarisan Sifat

Genotipe: Sifat-Sifat Warisan yang Tetap


Mengutip dari buku berjudul "Epigenetika" karya Abdul Hamid A. Toha dkk., pengertian genotipe adalah suatu susunan genetik organisme dan menghasilkan beberapa karakteristik fisik dari organisme tersebut. Genotipe merupakan sifat warisan dan informasi gen yang dibawa turun-temurun dan diwariskan oleh induk atau orang tua dari organisme. Oleh karena itu, fenotipe sering disebut sebagai pembawa sifat tampak organisme dan penyusun genetiknya disebut genotipe. Menurut Ir. Triwibowo Yuwono, PhD dalam bukunya yang berjudul "Biologi Molekuler", genotipe pada dasarnya merupakan sifat yang tetap selama hidup organisme dan relatif tidak akan berubah oleh faktor eksternal, kecuali pada kondisi ekstrem. Berbeda dengan fenotipe yang dapat berubah-ubah selama kehidupan organisme tersebut karena fenotipe merupakan resultan dari sifat-sifat genetik (genotipe) dan faktor-faktor lingkungannya. Fenotipe dapat dihasilkan oleh lebih dari satu set genotipe. Dibalik "ketetapan" (fixity) dari genotipe tidak akan selalu berarti fenotipenya juga tetap. Genotipe tunggal dapat dimanifestasikan ke dalam berbagai macam fenotipe tergantung lingkungannya. Seluruh informasi tentang suatu organisme terkandung dalam genotipe. Informasi ini mencakup segala sifat baik yang tampak atau pun sifat-sifat bawaan yang tidak tampak secara visual. Sedangkan fenotipe, sifat-sifat yang terkandung hanya sifat organisme yang tampak secara kasat mata. Oleh karena itu, genotipe dapat ditemukan melalui tes biologi dari dalam molekul DNA, bukan hanya pengamatan. Dengan demikian, pengertian genotipe merujuk pada komponen pembawa dan penentu variasi sifat turunan makhluk hidup yang tidak tampak dan bersifat tetap. Mengutip dari buku "IPA Terpadu SMP dan MTs 3A" karya Mikrajuddin dkk, satu set genotipe terdiri dari sepasang gen. Gen-gen tersebut akan terletak pada lokus yang bersesuaian dari suatu kromosom homolog. Simbol untuk genotipe ditulis dengan huruf yang berpasangan. Jika genotipe memiliki pasangan kedua alel atau gen yang sama disebut homozigot. Contohnya organisme bergenotipe dominan TT, MM, dan LL atau gen resesif seperti tt, mm, dan ll. Sedangkan genotipe yang memiliki pasangan alel yang berbeda, artinya gen tidak sama maka disebut heterozigot. Misalnya Tt, Mm, dan Ll. Contoh genotipe pada pewarisan sifat sebagai berikut: Persilangan antara bunga anggrek warna ungu (DD) dengan bunga anggrek warna putih (dd). Warna ungu (D) dominan terhadap warna putih (d). Akan berbentuk berikut: (P1) Fenotipe = anggrek ungu X anggrek putih Maka, Genotipe = DD X dd Gamet = Dd Sehingga keturunan F1 = 100% Uu (anggrek berbunga ungu). Demikian, itulah pembahasan lengkap mengenai genotipe. Pengertian genotipe merujuk pada komponen gen yang bersifat tetap. Contoh genotipe DD untuk gen warna ungu pada anggrek dan dd gen putih pada anggrek.

Video Terkait:

Tidak ada komentar