Penjualan mobil listrik awal 2026 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski terjadi penurunan pada bulan Januari 2026 dibanding Desember 2025, namun jika dibandingkan dengan Januari 2025, terjadi peningkatan signifikan hingga mencapai 10.211 unit. BYD Atto 1 masih menjadi mobil listrik terlaris dengan total penjualan 4.879 unit.
Jaecoo J5: Pesaing Serius dari BYD
Jecaoo J5 muncul sebagai pesaing serius dari BYD dengan distribusi sebanyak 1.942 unit. Surat pemesanan kendaraan J5 bahkan telah mencapai 12 ribu unit, menunjukkan minat yang tinggi dari konsumen terhadap mobil listrik ini.
Wuling Darion: Primadona Baru di Tahun 2026
Wuling Darion menjadi primadona baru dengan penjualan sebanyak 790 unit pada bulan Januari 2026. Meskipun masih baru, namun berhasil menempati urutan keempat mobil listrik terlaris di Indonesia.
Harga mobil listrik Februari 2026 mulai mengalami penyesuaian untuk berbagai model. Sebelumnya, menjelang akhir Januari, sejumlah merek telah mulai menaikkan harga produk mereka. Salah satu alasan di balik perubahan harga ini adalah berakhirnya insentif mobil listrik impor. Meskipun demikian, beberapa merek seperti BYD masih mempertahankan harga Electric Vehicle (EV) yang mereka pasarkan. Namun, manufaktur lain seperti Changan telah menyesuaikan banderol mobil listrik mereka. Contohnya, Changan Lumin EV yang sebelumnya ditawarkan dengan harga Rp 199 juta, kini naik menjadi Rp 649 juta. Kenaikan paling signifikan terlihat pada Xpeng X9, sebuah Multi Purpose Vehicle (MPV) yang sekarang dijual seharga Rp 1,16 miliar, naik sekitar Rp 100 jutaan dari harga awal di bulan Januari.
Kenaikan Harga Mobil Listrik Hyundai dan Wuling
Pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai, juga mengalami kenaikan harga untuk seluruh varian mobilnya. Kenaikan harga mobil listrik Hyundai berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 80 jutaan. Selain itu, kenaikan harga juga berlaku untuk lini mobil Wuling, termasuk Air EV. Saat ini, harga Wuling Air EV varian terendah tidak lagi di kisaran Rp 100 jutaan, melainkan sekitar Rp 200 jutaan ke atas. Untuk informasi lebih lengkap mengenai daftar harga mobil listrik per Februari 2026, berikut rangkuman dari KatadataOTO. Harap diingat bahwa angka tersebut masih dapat berubah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
Perang harga mobil listrik kembali memanas setelah BYD meluncurkan model terbarunya dengan banderol yang mengejutkan. Di pasar asalnya, China, mobil listrik BYD Seagull atau dikenal sebagai Atto 1 dibanderol setara Rp150 jutaan untuk varian terendah. Langkah agresif ini langsung mengguncang industri otomotif dan memicu efek domino di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perang harga mobil listrik ini menjadi sorotan karena secara historis segmen mobil di bawah Rp200 juta di Indonesia diisi mobil konvensional seperti Brio, Agya, atau Picanto.
Reaksi Pasar terhadap Harga Mobil Listrik BYD
Masuknya BYD dengan strategi harga agresif membuat pabrikan lain tak punya banyak pilihan selain merespons. Perang harga mobil listrik pun tak terelakkan. Sejumlah merek China dan non-China terpantau melakukan banting harga besar-besaran, terutama saat pameran otomotif GIIAS 2025. Data pergerakan harga menunjukkan penurunan tajam pada mobil listrik baru. Wuling Binguo EV yang sempat naik harga dari 2024 ke 2025, justru dibanting drastis hingga turun lebih dari 40 persen saat GIIAS.
Dampak Perang Harga terhadap Pasar Mobil Listrik Bekas
Perang harga mobil listrik tidak hanya memukul pasar mobil baru, tetapi juga menghantam keras pasar mobil bekas. Mobil listrik yang dibeli pada 2022–2024 tercatat mengalami depresiasi 20–30 persen hanya dalam satu tahun. Setelah perang harga 2025, depresiasi tersebut semakin dalam. Contohnya, Wuling Air EV dan Binguo EV bekas kini dihargai nyaris setara dengan selisih tipis dibanding unit baru yang sudah didiskon besar. Situasi ini membuat konsumen enggan membeli unit bekas karena selisih harga yang tidak lagi menarik.
Strategi Harga BYD dalam Perang Harga Mobil Listrik
Menariknya, dampak perang harga tidak sepenuhnya dirasakan oleh BYD. Harga mobil listrik bekas BYD relatif lebih stabil dibanding kompetitor. BYD Dolphin dan BYD M6 hanya mengalami depresiasi sekitar 10–15 persen. Sementara BYD Seal turun lebih besar, sekitar 25 persen, tetapi masih lebih baik dibanding rival di kelasnya. Strategi harga yang tidak terlalu agresif membanting harga resmi menjaga persepsi nilai merek BYD di pasar sekunder.
Pabrikan otomotif dan teknologi asal China, Build Your Dreams ( BYD ), memiliki beragam model mobil listrik yang menarik. Salah satunya adal...
Pabrikan otomotif dan teknologi asal China, Build Your Dreams (BYD), memiliki beragam model mobil listrik yang menarik. Salah satunya adalah Ocean Series, yang ditujukan untuk segmen umum. Ocean Series memiliki tampilan yang muda dan sporty, sangat cocok untuk pasar Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Beberapa model dalam Ocean Series antara lain:
Seal: sedan ukuran menengah
Atto 3: SUV listrik crossover
Dolphin: hatchback listrik yang imut
Seri Ocean juga dilengkapi dengan teknologi terbaru, seperti baterai LFP yang aman dan tahan lama, serta sistem penggerak listrik yang efisien.
BYD juga memiliki Dynasty Series, yang merupakan seri kendaraan listrik yang berfokus pada sedan dan hatchback. Seri ini diluncurkan pada 2023 dan ditujukan untuk segmen pasar yang lebih premium dan dewasa. Salah satu model yang menarik dalam Dynasty Series adalah Han, sedan listrik yang memiliki desain mewah dan fitur premium. Selain itu, ada juga E-Seed GT, hatchback listrik berukuran menengah.
Untuk konsumen yang mencari kendaraan listrik mewah, BYD memiliki merek Denza. Denza menawarkan kendaraan listrik dengan fitur dan kemewahan yang setara dengan merek-merek premium lainnya. Salah satu model yang populer dalam Denza adalah D9, SUV listrik berukuran besar, yang dilengkapi dengan teknologi terbaru dan fitur mewah seperti kursi pijat, layar berukuran besar, dan moon roof.
BYD juga memiliki kendaraan listrik ultra mewah yang dikenal dengan nama Yangwang. Yangwang menawarkan mobil dengan desain seperti sports car dan premium SUV. Salah satu model unggulan dalam Yangwang adalah U8, SUV mewah dengan kekuatan dan akselerasi yang setara dengan supercar. U8 bahkan memiliki kemampuan untuk mengapung di air selama 30 menit. Yangwang merupakan puncak pencapaian teknologi BYD.
BYD juga memiliki merek Fang Cheng Bao, yang ditujukan untuk konsumen yang menyukai mobil offroad dan SUV. Merek ini menantang mobil-mobil offroad terkenal seperti Porsche dan Land Rover. Dalam bahasa China, Fang Cheng Bao berarti macan tutul. Merek ini akan fokus pada kendaraan offroad dan SUV.
Denza D9 menjadi salah satu mobil yang paling menarik dan diminati konsumen di booth BYD di IIMS 2024 . Mobil ini memiliki kecanggihan BY...
Denza D9 menjadi salah satu mobil yang paling menarik dan diminati konsumen di booth BYD di IIMS 2024. Mobil ini memiliki kecanggihan BYD, kenyamanan Toyota Alphard, serta kelegaan Hyundai Staria.
Denza D9 merupakan bagian dari sub-brand Build Your Dreams (BYD Auto). BYD memiliki 4 sub-brand, yaitu BYD, Denza, Yangwang, dan Fang Cheng Bao. Denza merupakan sub-brand untuk mobil-mobil premium. SINDONews sudah pernah mencoba langsung Denza D9 di Shenzen, dan merasakan bagaimana mobil ini memiliki fitur yang sangat banyak, canggih, dan nyaman sekali.
Denza D9 diluncurkan pada Agustus 2023 di China. Harganya mulai dari Rp850 juta-Rp1 miliar untuk model full listrik, dan Rp700 juta-Rp955 juta untuk varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Denza D9 yang dipamerkan di IIMS 2024 adalah varian Battery Electric Vehicle (BEV) yang menggunakan e-platform 3.0 milik BYD.
Banyak yang membandingkan Denza D9 dengan Toyota Alphard, namun secara dimensi, Denza D9 lebih mirip dengan Hyundai Staria. Panjang Toyota Alphard hanya 4,9 meter, sementara Hyundai Staria dan Denza D9 sama-sama memiliki panjang 5,250 meter. Selain itu, fitur-fitur canggih dan desain yang nyaman membuat Denza D9 menjadi mobil yang menonjol.
Denza D9 memiliki fitur-fitur canggih yang membuat penumpang nyaman. Pintu belakang bisa dibuka menggunakan kunci dengan teknologi UWB (Ultra Wideband). Interiornya dilengkapi dengan 7 layar, termasuk panel instrumen 10.25 inci, head unit 15,6 inci, dan heads-up display. Kursi baris kedua memiliki pengaturan 10 arah, footrests, heating, ventilating, serta 10-titik pijat. Selain itu, terdapat pula fitur ADAS level 2 dan remote control parking.
Denza D9 juga dilengkapi dengan kulit Nappa, sunroof panoramic besar, kamera 8 MP pada layar, dan konfigurasi tempat duduk 2+2+3 yang tetap memberikan kenyamanan bagi penumpang baris ketiga. Mobil ini juga dilengkapi dengan 3 unit 50 kW quick charger.
Denza D9 dibawa ke IIMS 2024 hanya sebagai display, namun rencananya akan dibawa ke Indonesia pada Januari 2024. Saat ini, sudah ada tanda jadi sebesar Rp50 juta untuk pemesanan mobil ini.
Foto Ilustrasi sumber: www.autos.id Perkenalan BYD dan Rencana Ekspansi ke Pasar Otomotif Indonesia Perusahaan mobil listrik asal China, Bui...
Foto Ilustrasi sumber: www.autos.id
Perkenalan BYD dan Rencana Ekspansi ke Pasar Otomotif Indonesia
Perusahaan mobil listrik asal China, Build Your Dreams atau BYD, telah mengumumkan rencananya untuk memasuki pasar otomotif Indonesia pada tahun depan. Setelah sukses menyediakan bus listrik untuk TransJakarta dan taksi listrik untuk Bluebird, BYD kini siap untuk menjual mobil listrik penumpang kepada konsumen di Indonesia. Meski belum ada informasi lebih lanjut tentang model mobil listrik yang akan ditawarkan oleh BYD atau kisaran harga yang ditetapkan, General Manager BYD Asia-Pasific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan bahwa perusahaan sedang melakukan studi pasar yang mencakup segmentasi kendaraan di Indonesia.
Kesiapan BYD dalam Memenuhi Kebutuhan Konsumen di Indonesia
Dalam wawancaranya, Liu Xueliang menyatakan bahwa BYD menargetkan untuk menawarkan lebih banyak varian produk dalam rangka memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen di Indonesia. Pasar Indonesia telah diidentifikasi sebagai pasar yang sangat strategis bagi rencana pemasaran global BYD. Meskipun mobil-mobil listrik BYD umumnya berada pada kelas menengah ke atas di negara lain, BYD juga berpotensi untuk menyediakan mobil listrik yang lebih terjangkau di Indonesia. Namun, keputusan ini akan sangat tergantung pada tren dan kebutuhan konsumen di Indonesia.
Peran BYD dalam Mendukung Pembangunan Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia
BYD telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan segmen kendaraan listrik di Indonesia sejak tahun 2018, melalui penyediaan bus listrik untuk TransJakarta dan mobil taksi listrik untuk perusahaan Blue Bird. Respon positif dari masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik telah mendorong BYD untuk memperluas kehadirannya di pasar otomotif Indonesia, khususnya dalam segmen mobil listrik. Perusahaan juga berencana untuk membangun kemitraan lokal dan dealer mobil lokal guna meningkatkan investasi dan berpartisipasi dalam revolusi otomotif yang sedang terjadi di Indonesia. Dengan permintaan pasar yang tinggi terhadap kendaraan listrik dan dukungan regulasi pemerintah terkait pengembangan kendaraan listrik, BYD percaya bahwa Indonesia akan menjadi tempat yang ideal untuk mewujudkan visi mereka dalam membangun ekosistem tanpa emisi melalui kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).
Foto Ilustrasi sumber: www.autos.id BYD Membangun Kendaraan Listrik dan Pabrik di Indonesia Pabrikan kendaraan listrik asal China, BYD , ...
Foto Ilustrasi sumber: www.autos.id
BYD Membangun Kendaraan Listrik dan Pabrik di Indonesia
Pabrikan kendaraan listrik asal China, BYD, siap memasuki pasar otomotif Indonesia dengan menjual kendaraan listrik untuk penumpang. Selain itu, BYD juga berencana membangun pabrik di Indonesia. Sebelumnya, BYD telah berhasil memasok bus listrik untuk TransJakarta dan taksi listrik untuk Bluebird di Indonesia. General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengungkapkan hal ini saat ditemui di kantor pusat BYD di Shenzhen, China.
Perhatian BYD terhadap Kebijakan Kendaraan Listrik Indonesia
Liu menyatakan bahwa BYD sangat serius memperhatikan kebijakan kendaraan listrik di Indonesia saat ini. Belakangan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan revisi Perpres kendaraan listrik yang mewajibkan pabrikan otomotif untuk melakukan produksi lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertentu. Menanggapi hal ini, Liu menyebut bahwa BYD akan terus memantau implementasi kebijakan ini. Jika peraturan dan kebijakan sesuai, BYD lebih memilih untuk melakukan manufaktur kendaraan sendiri dan membawa supply chain ke Indonesia.
Rencana Investasi BYD di Indonesia
Pada saat ini, BYD masih menunggu kepastian kebijakan pemerintah Indonesia sebelum merencanakan pendirian pabrik baru di Indonesia. Namun, ketika regulasi telah jelas, BYD berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Liu menyatakan bahwa detail tentang pendanaan investasi masih dalam proses dan akan diumumkan seiring dengan pengesahan regulasi insentif tersebut. Waktu investasi BYD tergantung pada tingkat kepercayaan dari pihak pemangku kebijakan di Indonesia.