Tidur Sore Berbahaya? Ini Alasannya - xwijaya

Tidak menemukan artikel? cari disini



Tidur Sore Berbahaya? Ini Alasannya

Tidur Sore Berbahaya? Ini Alasannya

Setelah hampir seharian beraktivitas, biasanya sore hari tenaga tinggal sisa-sisa, ya, Bunda. Tak jarang di sore hari timbul rasa kantuk sehingga ada keinginan untuk tidur sore. Padahal, tidur sore berbahaya, lho.


Tidur di sela hari mungkin dibutuhkan untuk mengembalikan energi guna melanjutkan aktivitas. Menurut National Sleep Foundation, sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat secara teratur melakukan tidur di sore hari. Dalam kondisi kesehatan yang baik, tidur singkat di sore hari memang memiliki sejumlah manfaat. Melansir Hindustan Times, orang yang melakukan power nap atau tidur singkat selama 30 menit, kecil kemungkinannya untuk menderita tekanan darah tinggi.

Tidur siang dan daya ingat
Ilustrasi: artikel.rumah123.com

Bahkan menurut ahli, tidur siang terbukti meningkatkan daya ingat. Namun, segala manfaat ini dapat menjelma menjadi bahaya jika dilakukan terlalu lama. Diambil dari hasil penelitian yang dilakukan Brigham and Women's Hospital di Boston, Amerika Serikat, para peneliti menemukan hubungan antara tidur siang dan durasinya serta obesitas dan sindrom metabolik. Ahli Bedah Bariatrik dan Laparoskopi, dr. Aparna Govil Bhasker, mengungkapkan bahwa tidur sore berpotensi menyebabkan penyakit jantung dan diabetes.

Tidur siang dan risiko obesitas
Ilustrasi: tampang.com

“Orang yang tidur sore selama 30 menit atau lebih ditemukan memiliki BMI lebih tinggi, tekanan darah lebih tinggi, dan kondisi lain yang berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes jika dibandingkan dengan mereka yang tidak tidur siang,” ungkap dr. Aparna.


Orang-orang yang tidak mendapatkan tidur yang cukup di malam hari karena faktor-faktor seperti obesitas, apnea tidur obstruktif, gangguan tidur, dan lain-lain cenderung melakukan tidur siang yang lama. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit dan mempengaruhi kualitas tidur malam hari yang lebih penting. Direktur Bedah Bariatrik dan Gastrointestinal, dr. Sanjay Verma, menjelaskan pentingnya tidur malam dan bagaimana benefit tidur malam tidak bisa digantikan dengan memperpanjang tidur sore.


Jika Bunda berencana untuk tidur di sela hari, berikut beberapa panduan yang dapat Bunda ikuti agar mendapat tidur sore yang berkualitas.

Atur waktu dengan tepat
Ilustrasi: www.youtube.com
  1. Atur waktu dengan tepat: Melalui situs resmi Harvard Medical School, waktu terbaik untuk tidur adalah siang hari, saat tubuh mengalami penurunan sirkadian alami. Tidur yang dilakukan saat sore atau menjelang maghrib, kemungkinan besar akan membuat lebih sulit tertidur di malam hari.
  2. Lakukan dengan singkat: Tidur singkat, sekitar 20 menit, merupakan cara terbaik untuk menghindari rasa pusing saat bangun. Tidur yang lebih singkat juga dapat membantu mencegah kesulitan tidur di malam hari. Bunda dapat mengatur waktu yang tepat dengan menyetel alarm.
  3. Membuat tempat tidur nyaman: Untuk istirahat berkualitas tinggi, pastikan Bunda mengatur tempat tidur menjadi tenang dan nyaman sehingga dapat tertidur pulas dan tidak akan terganggu.
  4. Periksa alasan tidur: Normalnya, orang dewasa tidak memerlukan tidur siang. Jika Bunda perlu tidur di siang hari, penting untuk mengetahui alasannya. Lacak berapa banyak tidur yang didapatkan di malam hari. Jika sudah tidur setidaknya tujuh jam atau lebih di malam hari dan masih merasa lelah di siang hari, diskusikan hal ini dengan dokter.

Meninjau berbagai bahaya yang dapat ditimbulkan oleh tidur sore, lakukan tidur singkat yang bermanfaat di sela hari. Jangan sampai tidur yang seharusnya menyehatkan justru menimbulkan banyak penyakit pada tubuh. Demikian sedikit informasi seputar tidur sore agar tak membahayakan kesehatan. Semoga informasinya bermanfaat!


HALAMAN SELANJUTNYA:

Tidak ada komentar